Jumat, 30 April 2010

pfiiiuuuh!!

I’m coming back!!!!

Yeah, setelah sekian lama mengarungi samudra kehidupan panjang terbentang yang melelahkan, akhirnya saya menyempatkan diri berada di depan computer untuk mem-posting keseharian saya. Sebenarnya saya udah rencana mau nulisnya kemarin-kemarin, hanya saja saya sangat sibuk akhir-akhir ini. Btw, banyak sekali kejadian yang saya alami sejak postingan saya yang terakhir itu.

Fenome alam yang saya alami adalah sebagai berikut:

  1. pensi

pensi yang berlangsung pada hari selasa tanggal 20 april 2010 kemarin, berjalan dengan lancar dan meriah!! Kami, anak bahasa tampil dengan menawan dan spektakuler. Kami, yang berenambelas ini, mampu membuat ait mata sang guru kesayangan sekaligus wali kelas kami, Bapak Suripto. Beliau menangis haru karena melihat anak asuhnya beraksi. Hiks… hiks… saya juag merasa terharu atas reaksi tek terduga dair beliau. Meskipun kami tidak tampil SEMPURNA, namun mampu menyedot perhatian hadirin, termasuk para guru SMA 4 Magelang. Alhasil, kami mendapatkan penghargaan dari Pak BEST, kategori penampilan indah dan menawan. BRAVO BAHASA!!

  1. tragedi

hal ini saya alami tidak lama setelah pensi. Lebih tepatnya sehari setelah pensi yang melelahkan itu. Kejadian ini terjadi di sebuah taman, sebut saja begitu. Ketika senja mulai terbentang, ketika sang raja siang mulai mengalah memperikan tempat bagi sang rembulan untuk menemani umat manusia, seorang gadis dengan wajah pas-pasan, berjalan-jalan sendirian untuk menetralkan pikiran dan hati saya karena lelah dan pusing mengurusi pensi. Saya pikirm berjalan-jalan saat sore hari di sebuah taman indah nan menawan. Akhirnya, setelah berjalan-jalan, saya berhenti untuk duduk di suatu bangku taman yang sudah tersedia disana, kebetulan saya sendirian. Tragedy itu dimulai ketika saya sedang asyik mendengarkan dendangan lagunya pacar saya, David Archuleta, dari hape buluk saya. Tiba-tiba datanlah dua orang gadis dan duduk di bangku lain yang ada disebelah saya. Dua orang gadis itu mulai bercerita dengan hebohnya sambil bernyanyi-nyanyi. Karena saya tidak membawa headset, makanya saya dengan terpaksa mengetahui sedikit banyak dari pembicaraan mereka. Itu masih belum masuk tradgedi.

Lalu, gadis-gadis heboh itu mulai mendendangkan lagu. Dan saat itu saya mulai merasa pusing dan mual ketika mendengarkan lagu yang mereka nyanyikan. Kangen band. Mereka bahkan berduet dengan oenuh penghayatan dari awal hingga akhir. Detik-detik yang saya lalui saat itu terasa sangat lama dan mengenaskan. Meski suara itu bukanlah suara asli sang vokalis band yang notabene ingin menjadi turis kesaar itu, namun tetap saja lagu itu lagunya band yang paling tidak saya sukai. Persendian terasa lemas, darah yang mengalir deras melewati pembuluh sata terasa mau pecah ketika mendengarkan nada penuh penghayatan dari sang gadis. Telinga ini rasanya terus berdengung tanpa henti.

Detik pun berlalu, para gadis itu pun selesai bernyanyi. Namun, KB’s time tidak berakhit begitu saja, mereka berdua mulai membicarakan tentang biografi sang tokoh yang meniti karir di dunia taris suara tersebut dengan semangat menggelora. Setelah itu mereka menceritakan kesan mereka tas lagu tersebut. Seorang gadis, sebut saja tukiyem, menuturkan : “Eh, tau nggak? Kalo aku dengerin lagu init u berasa mau nagis. Bener-bener dalem deh lagunya. Aku aja pernah tuh nyanyi tu lagu trus nangis. Kesannya tuh membekas banget buat aku.” GUBRRAAAK!

Lalu gadis satunya, sebut saja parinah, berujar : “Aku juga. Iya sih, lagunya emang jadul, tapi tetep aja so sweet. Aku kan emang dulu tu ada kenangan sama cowokku. Dia itu nanyiin algu itu buat aku pake gitar.”

Seketika saja, badan saya lemas. Saya tidak habis pikir dengan mereka. Bukannya saya menganggap itu adalah hal yang katrok atau semacamnya, tapi saya menyayangkan lagu yang mereka sukai. Karena sudah tidak tahan, akhirnya sayapun pulang saja daripada korban perasaan lagi.

  1. penerimaan raport

hari penerimaan raport jatuh pada hari rabu. Ketika Pak budi, guru Antropologi saya memasuki ruangan dengan membawa hasil mid semester lalu, hati saya deg-degan tidak karuan, jungkir-balik tidak jelas ( ini hanya ilusi, btw ). Lalu dengan menarik nafas dan menghembuskannya pelahan, hati saya mulai membaik. Proton-proton yang ada disekeliling hati saya berhasil mengalahkan neutron-neutron jahat itu. Mulailah sang guru menyebutkan hasil mid semester dengan memanggil satu per satu siswa. Hati saya mulai deg-degan lagi. Namunkali ini tidak seheboh tadi.

Dengan helaan nafas lega, saya menerima lembaran itu. Paling tidak, saya mendapatkan nilai yang memuaskan, begitulah pikir saya saat itu. Bukannya saya sombong atau gimana, tapi saya puas dengan nilai tersebut. Tapi, bukan berarti saya trus bias berleha-leha tanpa belajar dan mendapatkan nilai yang baik. Kalau saya belajar lebih keras dan rajin, saya akan mendapatkan yang lebih dari itu.

  1. pindah kelas

hari-hari berlalu dengan indah dan dengan penuh semangat. Teman-temanpun begitu, meski ada sedikit kejadian yang menyuramkan suasana di kelas XI bahasa. Namun, ketika salah satu dari kami sedang bersedih, kami yang lain berusaha menghibur dan menguatkannya.

Betewe, sudah lebih dari setengah tahun kami berenambelas belajar dan menerima pelajaran dikelas sempit namun menyejukkan bernama ruang kelas XI bahasa. Kelas itu sebenarnya dalah ruang kelas agama Kristen, namun disulap menjadi ruang kelas kami. Nah, karena kakak kelas XII bahasa sudah lulus dengan nilai yang memuaskan—jurusan bahasa Smapa mendapatkan rangking 4 se-provinsi—kami para penerus jurusan bahaspun memundahkan diri ke kelas XII bahasa yang ruangannya luas dan nyaman. Baru sehari sih, tapi sudah terasa nikmatnya. Haha.

Pfiuuuuh!!

Selesai sudah postingan saya kali ini. Sesok kita akn berjumpa lgi dengan keadaan yang lebih baik lagi. Akhir kata, ganbatte kudasai! ^^

Rabu, 21 April 2010

sebuah harapan

entah kemarin, hari ini, atau esok, harapan itu akna tetap ada dan tidak akan pernah akan sirna.

harapan, sesuatu yang sepenuhnya milik semua orang. dari para penguasa sampai para pengemis, mereka semua memiliki harapan yang tidak akan pernah dapat dihentikan. mengalir deras bagaikan air terjun yang tidak akan pernah kering. ketika satu harapan menjadi kenyataan, akan muncul harapan lain yang lebih besar. begitu seterusnya. karena, apa yang lebih berharga yang dimiliki kita, para manusia, selain harapan?

harapan sama dengan doa. ketika kita berharap atau berdoa, saat itu juga kita ingin yang kita harapkan atau yang kita doakan terkabul.

seperti juga mimpi. ketika kita memimpikan sesuatu, berarti kita juga berharap mimpi itu akan menjadi kenyatan. sama halnya dengan doa dan harapan, setiap orang memiliki mimpi mereka masing-masing. ada begitu banyak mimpi di dunia ini. ada yang terus berjuang untuk meraih mimpi itu, ada orang yang hanya berdiam diri dan menyimpan mimpi itu hingga akhir hidupnya, ada pula yang menyerah dan membuang mimpi itu jauh-jauh.

termasuk golongan manakah anda? hmm, pertama-tama saya memang harus menanyakan pada diri saya sendiri. termasuk golongan manakah saya? apakah yang pertama, kedua, atau yang terakhir? yang jelas, setiap orang memiliki jalan hidup, kemauan, dan semangat yang berbeda-beda.

kali ini saya tidak akan menanyakan pendapat anda tentang hal ini. saya hanya akan menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya ketika saya membicarakan soal harapan, doa dan mimpi.

saya berharap, saya termasuk golongan yang pertama. namun, kadang ketika saya berusaha tanpa lelah untuk menggapai apa yang saya harapkan, apa yang saya mimpikan, dan pada akhirnya saya hanya mendapatkan kegagalan dan kelelahan, saya berpikir bahwa harapan itu hanyalah bayangan semata. tidak bisa diraba, tidak bisa di sentuh, hanya bisa dilihat saja, tidak bisa digenggam dan dipeluk. sangat menyakitkan ketika penyesalan yang begitu membara memenuhi pikiran dan hati saya. sangat mengecewakan ketika apa yang kita harapkan da kita impikan itu seperti berjalan menjauhi kita.

biasanya, setelah saya mendapatkan kegagalan yang menyakitkan seperti itu, saya jadi takut berharap dan bermimpi. takut kalau-kalau terjatuh lagi dan pecah berkeping-keping tanpa bisa menyatukan diri menjadi manusia yang utuh. takut kalau-kalau hasil yang kita dapat tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. saya tidak berharap lagi, saat itu.

namun, saat-saat yang lain saya mulai berpikir, jika saya tidak memiliki harapan atau mimpi, saya kan terus hidup dalam kesia-siakan tanpa bisa melakukan yang terbaik bagi diri saya sendiri dan lingkungan saya. saya tidak memiliki motivasi untuk terus berjuang. saya tidak akan berkembang dan bertumbuh menjadi seseorang yang lebih baik, bijaksana dan dewasa. saya hanya kan menjadi insan yang tidak berguna bagi diri saya sendiri dan orang lain, menjadi orang kerdil seumur hidup tanpa pernah berkembang.

Selasa, 13 April 2010

H-7

kyaaaa!!!!

pasti udah tau apa arti dari judul di atas. artinya adalah, pensi kurang tujuh hari lagi! sedikit informasi, pensi adalah pentas seni. ajang penyaluran seni dari berbagai aliran. dalam konteks ini, adalah seluruh aliran seni, kecuali seni lukis ( maafkan saya pak Zen, tidak bermaksut untuk menganaktirikan ). contohnya kayak seni musik yang meliputi ben ( band ), karaoke, dan lain-lain. aliran yang lain contohnya saja kaya seni pertunjukan alias drama. nah, biasanya pensi diadakan pada akhir taun ajaran, untuk melepas kepergian ( baca: kelulusan ) kelas tiga. untuk itu, seluruh warga SMA 4 Magelang, harus menyumbangkan sedikit hiburan untuk memeriahkan acara tersebut.

nah, karena kelas saya itu selalu eksis dalam segala bidang *diplester* jadinya saya mewakili kelas bahasa akan mengungkapkan kebenaran sejati *jeng jeng jeng* bahwa kami kelas bahasa akan mengeluarkan drama yang memukau dan spektakuler. *evilgrin*. dengan segala daya upaya, kami akan berjuang dengan keras untuk menunjukkan bahwa kelas kami memiliki potensi yang selama ini selalu di pandang sebelah mata saja oleh orang-0rang. kami akan menunjukkan bahwa kelas kami mampu dan bisa mendongkrak prestasi yang tidak bisa di dongkrak oleh yang lain, termasuk tukang bangunan. (????)

karena tujuan yang sangat mulia itulah, saya mewakili teman-teman saya untuk minta doanya, semoga drama yang akan berlangsung nanti berjalan dengan lancar dan berlangsung secara memukau. maka dari itu, saya beserta teman-teman saya berlatih drama setiap hari, banting tulang banting diri agar hasil yang dicapai maksimal dan bagus seperti yang kami inginkan, mengguncang iman, memukau nalar.. ( da vinci code ). ahh, itu terlalu berlebihan dan sangat tidak empiris. yang kami harapkan, temen-temen semua terhibur, itu saja. itu sudah cukup.

ngomong-ngomong soal drama, ngomong-ngomong soal karya seni, kalau dipikir-pikir, seni itu susah loh. kata bu eno, guru seni tari sekolah saya, seni itu butuh penghayatan. seni itu bukan hanya menyangkut bakat dan kerja keras aja. tapi juga menyangkut perasaan. contohnya kaya puisi, nyanyi, nari. apalagi nglukis. kalo buat+bacain puisi kok nggak pake perasaan, makna yang terkandung dalam puisi itu tidak bisa tersampaikan dengan jelas. kalo nyanyi, sama aja kaya baca puisi. kalo nggak pake perasaan, nggak bagus deh.

btw, saya salut sama orang yang bisa nyiptain lagu-lagu gitu. mereka kan nggak hanya ngarang buat liriknya, tapi juga musiknya. butuh inspirasi yang tinggi ( lebay ). maksutnya, kan musti nyari feel biar liriknya itu bagus, mengena, gitu. trus, belum lagi musti nyari nada yang pas+enak di telinga.

kalo saya, suruh begituan mah belum bisa. mungkin belum menemukan feel yang bagus atau semacamnya.

nah, seni rupa pun nggak mau kalah ribet. seni yang satu ini selalu dengan sukses membuat saya bingung dan membuat saya terbebani. kebetulan, guru seni rupa saya itu orangnya sangat blak-blakan. kadang ( nggak kadang, tapi sering ding ) kalo gambar saya tidak ada ada polesan seninya sedikitpun, guru sang maha ganteng--guru seni saya--itu selalu mengkritik dengan nada datar dan tanpa ekspresi seperti ini "Ini kurang nyeni". W-O-W. sangat mak jleb-jleb.

tapi, saya tetap tabah menjalani hari-hari saat ada pelajaran seni rupa. saya juga menyadari, bahwa saya tidak mempunyai darah seni yang mengalir dalam tubuh saya. tetap berusaha sebaik mungkin. kalau beliau benar-benar seniman, hasil bukanlah patokan untuk menentukan seberapa "nyeni"nya seseorang, melainkan prosesnya juga harus diperhatikan.

btw, saya sudah meracau terlalu banyak dan tidak bisa dihentikan kalau saya sendiri yang tidak menghentikannya. sukses untuk drama saya, akhir kata Ganbatte kudasai!!

Minggu, 04 April 2010

saya sedang demam!!

ehem. saya sedang demam. demam yang membuat saya tidak bisa tidur saat makan, makan saat tidur (yaiyalah!). akhir-akhir ini saya sedang kepikiran tentang seseorang. wajahnya selalu saja membuat saya teringat akan seseorang. seseorang yang sanagt berarti dalam hidup saya.

tapi itu tidak berarti seseorang yang ada dalam pikiran saya itu sangat berarti. tidak. saya tidak mengaharapkan yang lebih dari orang yang selalu menhantui saya itu. misalnya, selalu ada untuk saya dikala saya sedih atau senang, ada saat saya bokek, ada saat saya sedang sakit dan sebagainya. tidak, saya tidak mengarapkan yang muluk-muluk.

betewe, sepertinya saya sudah melantur sampai kemana-mana. ehem. saya lanjutkan pokok masalah saya, demam.

saya sedang demam akut. demam itu ada macama-macam loh. kalau para pakar filsuf dan teman-temannya boleh menyampaikan pendapatnya tentang suatu masalah, saya juga boleh dong? ehem, menurut saya, demam itu ada macam-macam.

1. demam yang menyenangkan.
demam ini masih memiliki adik-adik lagi yang lebih spesifik, misalnya demam cinta, demam rindu, demam uang, demam cinta, demam david archulet dan demam-demam lain yang menyenangkan.

2. demam yang boros
temen-temen mesti udah tau tentang demam yang satu ini. pokoknnya demam yang bikin kantong kita kering, contohnya saja: demam nyalon, demam ngenet, demam sms-an, demam fb-an, demam shopping, demam jalan-jalan, dan masih banyak lagi.

3. demam yang menyakitkan
nah, kalau kena demam ini, di jamin terasa sangat menyakitkan. karena demam menyakitkan itu seperti demam berdarah ( tidak usah saya jelaskan panjang lebar kenap tergolong demam yang menyakitkan ), demam cikungunya ( ini sangat membahayakan, sudah terbukti. temen saya seminggu nggak masuk gegara cikungunya. tidak percaya, buktikan sendiri! ) dan masih banyak lagi.


saya sedang mengidap salah satu demam diatas, ngomong-ngomng. tentu sudah tau tanpa saya kasih tau. demam yang dialami seorang gadis remaja yang sedang mengalami gejolak cinta. hmm, sebenarnya saya agak malu menuliskannya, tapi apalah daya. saya sudah tidak tahan menyimpan ini sendirian. beban ini akan terasa ringan jika saya bersesdia membaginya.

dan saya sudah merasa sangat ringan sekarang! merdeka!

susah loh membagi apa yang kita rasakan ketika kita sedang tidak ingin membaginya ( yaiyalah!). tapi akhirnya, saya bisa. saya menulis ini semata-mata bukan karena pamer cinta, tapi saya hanya memfungsikan apa yang sduah saya punyai. terlalu sayang kalau tidak menulis apapun di sini.

saya kira cukup sekian saja, sebelum saya meracau tidak penting lagi, mending saya sudahi saja. :D